Sabtu, 08 Oktober 2011

AKUNTANSI KONTIJENSI DAN KOMITMEN


A. Pengertian Kontijensi
Kontijensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi pada suatu perusahaan, yang baru akan terselasaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. transaksi yang bersifat kontijensi (bersyarat) ini belum mengikat bank untuk melakukan tagihan ataupun kewajiban riil saat ini, akan tetapi secara antisipatif kontijensi tersebut akan menjadi kewajiban atau tidak sangat tergantung terjadi atau tidak terjadinya yang berkaitan dengan kontijensi ini di masa yang akan datang.

B. Penyajian Dalam Laporan Keuangan
Transaksi kontijensi tidak  mempengaruhi posisi dalam neraca dan laba rugi perusahaan atau  posisi keuangan secara keseluruhan. Kontijensi sebenarnya tidak dapat dinyatakan dalam laporan keuangan apabila nilai transaksi kontijensi tidak materil.

C. Azas Konservatif dalam Kontijensi
Pengungkapan data transaksi kontijensi dalam laporan keuangan dikaitkan dengan penerapan konsep atau azas konservatif atau berhati-hati dalam prinsip akuntansi. Yang dimaksud disini adalah bahwa penyisihan suatu rugi kontijensi dapat dilakukan pada perhitungan rugi-laba bila kondisi berikut terpenuhi :
a. Terdapat petunjuk yang kuat bahwa telah terjadi penurunan suatu aktiva atau telah timbul kewajiban pada tanggal neraca.
b. Jumlah kerugian dapat ditaksir secara wajar. Sedangkan terhadap laba kontijensi tidak dicantumkan dalam laporan rugi-laba, tetapi perlu diungkapkan dalam laporan keuangan
D. Jenis Transaksi Kontijensi
Kontijensi bank terdiri dari kontijensi tagihan dan kontijensi kewajiban (Tunggakan).
Ø  Kontijensi tagihan terdiri dari:
a.       Bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain.
Bank garansi oleh bank lain adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank penjamin bila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji atau wanprestasi di kemudian hari. Pencatatan rekening ini sebesar bank garansi yang diterima pada posisi kredit dan akan tetap outstanding hingga bank garansi jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo rekening administrative rupiah harus dinihilkan dengan cara didebet sebesar nilai bank jatuh tempo.
b.      Pembelian opsi valuta asing
Opsi adalah perjanjian yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing.
c.       Pendapatan bunga dalam penyelesaian
Opsi jual (put option) adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual valuta asing pada harga tertentu selama atau pada akhir masa opsi.
Ø  Kontijensi kewajiban terdiri dari :
a.       Garansi yang diberikan
Bank garansi yang diberikan adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak penerima jaminan apabila pihak yang dijamin oleh bank yang bersangkutanwanprestasi atau cidera janji.
b.   surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN) yang dapat dibatalkan (revocable L/C) dalam rangka perdagangan dalam negeri
c.   penjualan opsi valuta asing

E. Pengertian dan Klasifikasi Komitmen
Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyratan yang disepakati bersama dipenuhi.
Jenis Komitmen :
1. Komitmen Tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.
2. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan bank kepada nasabah atau pihak lain.
Pencatatan komitmen dalam laporan keuangan transakasi komitmen belum mempengaruhi posisi di neraca maupun pendapatan dan biaya, oleh sebab itu transaksi komitmen harus di catat oleh bank diluar pos-pos neraca. Tempat pencatatan transaksi seperti ini adalah rekening administratif. Pos administratif komitmen ini pada tanggal jatuh waktunya akanberubah mnejadi transaksi yang akan merubah neraca dan pos pendapatan dan biaya.
Tempat pencatatan transaksi seperti ini adalah rekening administratif yang berisikan seluruh transaksi komitmen suatu bank. Pos komitmen administratif ini pada tanggal jatuh waktunya akan berubah menjadi transaksi yang akan mengubah neraca, pos pendapatan dan biaya.

F. Jenis komitmen

a. Fasilitas Pinjaman yang Diterima adalah fasilitas pinjaman yang diterima oleh bank dari bank atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal laporan. Fasilitas pinjaman yang diterima disajikan sebesar sisa fasilitas yang belum ditarik oleh bank.
Contoh :
Apabila  bank  Omega  menyetujui  perjanjian  pinjaman yang  akan  diterima  dari  bank  ABC  sebesar  Rp.  300  milyar,  oleh  bank  Omega  transaksi  ini  harus  dicatat  pada sisi  rekening  administratif  dengan  jurnal  sbb. :
Rek.  Adm.        Rp. –
Fasilitas Pinj Yg Diterima Rp.  300.000.000.000,-
Rekening  ini  akan  tetap  outstanding  hingga  tanggal  realisasi  pinjaman,  dimana  akan  berubah  menjadi  aktiva  dan  pasiva.
Apabila  pada  tanggal  jatuh  tempo  diterima pinjaman  sebesar  Rp. 175 milyar  dari  bank ABC,  dan  dimasukkan  ke  rekening  giro  bank  Omega  pada  bank  ABC,  maka  bank  Omega  akan  membukukan  dengan  jurnal  sbb.
D   :  Giro – Bank  ABC Rp. 175.000.000.000,-
K   :  Pinjaman  yg  diterima Rp. 175.000.000.000,-
Dengan  demikian  jurnal  single  entry  diperlukan  untuk  menghapus  rekening  administratif  seperti  dibawah  ini  :
K  :  Rek.  Adm.  Rp.
Fasilitas Pinj. Yg Diterima….Rp. 175.000.000.000,-

b.      Fasilitas kredit yang diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberikan kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan oleh nasabah. Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik.

Apabila seorang nasabah telah disetujui untuk menerima fasilitas kredit sebesar Rp.120.000.000,- maka transaksi akan dicatat sebagai komitmen kewajiban  dengan ayat jurnal  sebagai berikut :
K : Rekening Administratif Rupiah –
Fasilitas Kredit Yang diberikan……Rp120.000.000,-
Apabila nasabah tersebut melakukan penarikan cek sebesar Rp. 35.000.000,- dan disetorkan ke nasabah bank ABC melalui kliring, akan dibukukan sebagai berikut :
D : Pinjaman Debitur …………Rp.35.000.000,-
K : Bank Indonesia-Giro ………………Rp.35.000.000,-
Ayat jurnal (komitmen) rekening administrasinya sebagai berikut :
D : Rekening Administratif Rupiah …...Rp.35.000.000,-

c. Kewajiban pembelian kembali aktiva bank yang dijual dengan syarat Repo adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang diperjanjikan. Kewajiban tersebut disajikan sebesar harga pembelian yang disepakati bank dengan nasabah.
d. L/C yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) yang masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalkan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan. L/C tersebut disajikan sebesar sisa jumlah L/C yang belum direalisasi.

Contoh :
Bank Omega menerbitkan L/C irrevocable senilai Rp.300.000.000,- untuk nasabahnya , PT XYZ yang setoran jaminannya sebesar 30 %, maka jurnalnya adalah :
K : Rekening Administratif Rupiah –
Irrevocable L/C Dalam Negri Repo Rp.300.000.000

d.      Akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka yaitu pemberian jaminan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel impor atas dasar L/C berjangka. Akseptasi wesel tersebut disajikan sebesar nilai nominal wesel yang diaksep.
Contoh :
Apabila bank koresponden bank ABC yang merupakan bank pembayar atas L/C DN yang telah diterbitkan bank Omega cabang Jakarta menerbitkan wesel berjangka senilai Rp.400.000.000,- dan meminta agar bank Omega mengaksepnya, maka oleh bank Omega cabang Jakarta akan diaksep dengan jurnal sebagai berikut :
K : Rekening Administratif Rupiah –
Wesel Berjangka Usance L/C DN yang diaksep  ………Rp.400.000.000,-

e.       Transaksi valuta asing tunai (spot) yang belum diselesaikan adalah jumlah transaksi valuta asing tunai yang masih belum diselesaikan pada tanggal laporan. Transaksi tersebut wajib dilaporkan dalam Laporan Komitmen dan Kontinjensi dan dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan.

Contoh :
Bank Omega menjual valuta US$ 20.000 kepada seorang nasabah giro rupiah dengan kurs Rp.2050,-. Penjualan valas (bank note) ini akan menciptakan kewajiban dalam valuta asing yang dijual (US$) dan tagihan dalam valuta Rp sebesar nilai lawannya, maka jurnal yang dibuat oleh bank Omega sebagai berikut :
D : Rekening Administratif Rupiah –
Transaksi Penjualan Valas Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan …. Rp.41.000.000,-

Bank Omega membeli valas sebesar DM 10.000.000 dari bank ABC dengan kurs Rp. 1.290,- per DM. Pada waktu menutup transaksi tersebut dan belum ada penyerahan valuta, oleh bank Omega akan dianggap sebagai komitmen tagihan dalam valuta asing dan komitmen kewajiban dalam Rupiah, maka jurnal yang dibuat oleh bank Omega :
K : Rekening Administratif –
Transaksi Penjualan Valas Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan …. Rp.12.900.000,-

g. Transaksi Valuta Asing Berjangka (forward/future):
i. Saldo tagihan atau kewajiban yang timbul dari transaksi valuta asing berjangka wajib dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontinjensi dan dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan.
ii. Hal-hal di bawah ini wajib diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan:
* Besarnya nilai kontrak berjangka jual dan beli dalam masing – masing mata uang asing.
* Rata-rata jangka waktu kontrak.
Besarnya taksiran kerugian karena transaksi valuta berjangka dalam rangka trading. Taksiran kerugian tersebut merupakan selisih antara kurs berjangka yang diperjanjikan dengan kurs tunai pada tanggal neraca.
 Contoh :
Bank Omega menutup kontrak pembelian berjangka dengan bank ABC untuk membeli valas  US$ 20.000  dengan kurs Rp.2070,- yang akan direalisasikan sebulan kemudian. Pada saat menutup kontrak ini akan dibukukan sebagai komitmen tagihan dalam valas dan kewajiban dalam Rupiah, maka jurnal yang dibuat oleh bank Omega sebagai berikut :
K : Rekening Administratif Rupiah –
Transaksi Pembelian Forward Valas Yang Belum Direalisir …. Rp.41.400.000,-

Apabila bank Omega menutup transaksi penjualan sebesar US$ 15.000 kepada bank ABC dengan kurs Rp.2075,- per US$ yang akan  jatuh tempo sebulan kemudian, maka akan dicatat oleh bank Omega sebagai berikut :
D : Rekening Administratif Rupiah –
Transaksi Penjualan Forward Valas Yang Belum Direalisir …. Rp.31.125.000,-